Seorang wanita berseragam SMA memegang sebuah pensil, dengan wajah tanpa ekspresi mencoret-coret kertas beralaskan kardus, tepatnya melukis, coretannya perlahan-lahan berubah menjadi gambar sebuah wajah yang telah khas di SMAnya, Shin Hwa International School, Chun Jung Myung, salah satu anggota The Prince, lelaki tertampan, terpopuler, terkeren se-SHIS, bahkan se kota Seoul.
Ya, wanita bernama Moon Geun Young atau yang akrab di panggil Geun Young ini bersekolah di SHIS, dia berasal dari kalangan menengah ke bawah, ayah ibunya bekerja sebagai buruh pabrik, adiknya pun bersekolah di sekolah biasa, ia masuk ke SHIS 3 tahun lalu saat SHIS sedang promosi besar-besaran.
Flash Back:
Saat itu SMP Hwang Ju sedang mengirim 5 orang muridnya untuk mengikuti lomba melukis tingkat nasional di istana presiden Korea Selatan, dengan tema ‘Sosok Pemimpin’ peserta harus melukis sosok peemimpin idolanya, dengan melukis wajah dan sebagian tubuh dari tokoh pemimpin tersebut.
Saat itu kerabat grup Shin Hwa corp, JK group, sedang mengadakan kunjungan kerja ke istana presiden.
Kali ini ada masalah, sang asisten direktur JK Group melihat lukisan peserta yang sudah jadi, semua ia lihat dengan seksama, ia terbelak ketika meihat sebuah lukisan bergambar seorang pria yang mata kanannya menghadap ke kanan atas dan mata kirinya menghadap ke kiri bawah, ia berbalik untuk melihat siapa yang melukis lukisan itu, seorang wanita cantik berambut panjang lurus dengan pipi yang lucu menatap sekeliling dengan tampang polosnya. “Hmmm…” sang asisten berdehem pelan, tak tahu apa yang dipikirkan olehnya.
Lukisan dikumpulkan, para juri menilai, para peserta istirahat sejenak.
Tiba saatnya pengumuman, juara 3… juara 2… Dan pada saat juara pertama, ditunjukkan lukisannya, semua mata terbelak, “Wae? Waeyo? Ada apa dengan lukisan itu?” seorang bapak-bapak berjas berdiri dari kursi, diikuti oleh tanya penonton lain yang tentunya tamu terhormat, seorang juri menempelkan jari telunjuknya ke telapak tangannya, pertanda perintah untuk diam. Semuanya duduk kembali.
“Ada yang ingin bertanya?” kata juri itu lagi, seorang lelaki setengah baya yang tak lain adalah asisten direktur Bok Hwang mengangkat tangan, “Hmm… silakan.” Kata juri itu, bapak itu pun berdiri, “Dengan hormat. Kenapa lukisan seperti itu bisa kau jadikan pemenang I? Bukankah lukisan seperti itu sama saja menjatuhkan dan meremehkan derajat pemimpin?” sanggah san asisten, juri berdehem, Geun Young tersentak karena tahu bahwa lukisan itu adalah miliknya, walaupun ia pemenangnya, ia tidak tenang karena banyak yang mencemoohnya.
Juri berdehem pelan, lalu tersenyum lagi, “Noona Moon Geun Young, bisakah anda menjelaskan tentang lukisan anda ini?” tanya juri itu pada Geun Young, Geun Young dengan wajah cemas Geun Young memberanikan diri untuk berdiri maju ke samping lukisannya. Geun Young tersenyum, “Hmm… Dengan hormat, saya akan menjelaskan lukisan yang saya buat ini, tapi sebelumnya, apa yang membuat tuan ragu dengan lukisan saya?” tanya Geun Young mencoba bersikap dewasa, sang asisten menatap kembali lukisan itu, “Noona, apakah ini sosok pemimpi yang anda inginkan? Kenapa anda membuat lukisan manusia dengan mata JULING? Bukankah itu sama saja dengan meremehkan seorang pemimpin?” tanya sang asisten bertubi-tubi.
Geun Young tersenyum tipis, “Pertanyaan pertama, jawabannya… NE! Pertanyaan kedua, satu mata melihat ke atas atau tepatnya ke langit dan satu mata melihat ke bumi, tepatnya ia adalah seorang pemimpin yang adil, tak membedakan antara yang kaya dan yang miskin, pemimpin yang memperhatikan rakyatnya, memperlakukan rakyatnya setara dan tidak membeda-bedakan antara yang kaya dan miskin, itulah pemimpin yang aku inginkan. Untuk pertanyaan ketiga kurasa telah terjawab.” Geun Young berhenti berbicara, semua orang yang menyaksikan ‘pidato singkat’nya tercengang, ada yang berbisik-bisik, ada yang mengangguk, berdehem panjang, tak tahu apa yang mereka pikirkan, sang asisten direktur pun hanya manggut-manggut tanda mengerti, “Kurasa sudah jelas siapa pemenangnya.” Ucap sang asisten direktur, semua penonton dan peserta yang ada di ruangan itu mengangguk tanda setuju. Geun Young tersenyum. Anak ini… Hmm… Tak salah aku memilihnya… Ucap asisten direktur dalam hati.
******
Pengumuman kelulusan telah selesai, Geun Young mendapatkan nilai memuaskan, ia pulang ingin memberitahukan kelulusannya pada orang tuanya.
Di rumahnya, orang tuanya berteriak senang, karena tadi pagi seseorang yang engaku sebagai asisten direktur JK Group menawarkan beasiswa sekolah bertaraf internasional di Shin Hwa IS karena bakat melukis yang Geun Young punya, tentu saja mereka mau, Geun Young pun ikut senang.
******
Hari pertama Shin Hwa IS tak begitu berarti, bahkan sangat buruk, siswa/i SHIS mulai gencar mengerjainya, walau hanya dengan kata-kata kasar.
Tapi ada seorang pria yang membuatnya bertahan di SHIS, Chun Jung Myung, walau hanya sekali bertemu, Jung Myung yang tak lain adalah putra pemilik JK group menyemangatinya untuk bertahan.
Namun sejak itu sifat Geun Young pun agak berubah, dari semula gadis manis yang ceria menjadi gadis dingin tanpa ekspresi yang tak peduli lingkungannya.
End of Flash Back
Sekarang ia sudah selesai dengan lukisannya, ia menatap lukisannya tanpa ekspresi, ia menengok ke belakangnya sambil membetulkan rambutnya yang acak-acakkan karena terkena hembusan angin. Meletakkan lukisannya di pinggir kolam air mancur tempatnya melukis
Tak ada siapapun, hanya air mancur, dan… lukisannya! Di mana lukisannya? Ia berdiri berkeliling kolam, ya, menyusuri kolam untuk mencari lukisannya, karena ia yakin tak akan ada yang mengambil lukisannya, hanya aliran air kolam yang hampir mencapai bibir kolam pasti membuat lukisan itu terbawa.
Lukisan… lukisan… lukisan… Ah! Itu dia! Tapi lukisan itu dipegang seorang wanita cantik berambut panjang lurus, Geun Young terdiam melihatnya, ia menatap wanita itu, ia cantik… gumamnya, yah, walaupun dingin, tapi di hati kecilny ia wanita yang sangat lembut.
Ia bangun dari kediamannya dan menghampiri wanita itu, lalu mengambil lukisannya dengan agak kasar, seraya meninggalkan wanita itu, sejenak Geun Young memasang tampang bersalah, sangat merasa bersalah, tapi buru-buru ia membuangnya dan kembali ke kelasnya.
Lagi-lagi ‘kesialan’ datang, “Aw…” Geun Young menabrak seorang wanita, lukisan dan kertas milik wanita itu jatuh, “Oo… mianhe… Jeongmal mianhaeyo..” kata wanita itu sambil mengambilkan lukisan milik Geun Young, “Eee…” wanita itu menatap lukisan itu, “Ini…” belum wanita itu mengambil lukisan itu, Geun Young mengambilnya duluan dan langsung meninggalkan wanita itu. Wanita itu hanya menatap heran.
Ah, sial sekali aku hari ini… Ucap Geun Young dalam hati diiringi desahan panjangnya sambil terus berjalan menuju kelasnya.
Like this:
Be the first to like this post.
gomawo chingu liriknya^^
btw chingu mampir ke blogku juga ya
http://koreanchingu.wordpress.com/